- Hasil survey pan asia mengungkapkan, separuh dari jumlah pasien yang menjalankan program tata laksana hiperkolesterolemia (gangguan tingginya kadar kolestrol dalam darah) gagal mencapai sasaran kadar kolestrol jahat (LDL-C) sesuai dengan panduan pengobatan.
- LDL-C meupakan faktor risiko utama munculnya penyakit jantung dan pembuluh darah (cardiovaskular disease/CVD).
- Saat ini, lebih dari 17 juta nyawa manusia terenggut oleh CVD. Karena itu,peringkat CVD sebagai pencabut nyawa masih teratas dibandingkan dengan penyakit berat lain seperti kanker.
- Data Riset Kesehatan Dasar (riskedar) 2007 di indonesia menyebut stroke,hipertensi, dan penyakit jantung iskemik menempati proporsi terbesar (27,3%) penyebab kematian pada semua umur.
- Dalam skala regional asia, meningkatnya penderita CVD ini bisa dianggap tak tertandingi. Semua ini didorong oleh faktor risiko yang kian meningkat seperti tekanan darah tinggi,diabetes,dan utamanya kolestrol tinggi.
- Tanpa upaya yang sungguh-sungguh dalam mengelola hiperkolosterolemia, penderita jelas tak bakal panjang umur,apalagi bila faktor risiko yang disandangnya sudah banyak. Sudah merokok,mengidap kencing manis,pernah terkenaserangan jantung pula.
- Sekedar memodifikasi gaya hidup tidak cukup.
- Kebiasaan merokok,mengkonsumsi makanan tinggi lemak,dan kurang olahraga tentu harus dihentikan.
- Lebih dari ituorang harus mengkonsumsi obat juga.apalagi bila risiko tinggi dimiliki penderita hiperkolestrolemia.
(sumber:Dokter Purnama N.,Mkes)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar